Ridwan, M.T

Lecturer UIN Ar-raniry Banda Aceh
strategi media sosial

Strategi Media Sosial Untuk Advokasi Publik

Melakukan advokasi kebijakan publik ataupun mendorong inisiasi gerakan sosial, sebagaimana kerap menjadi kegiatan prioritas sejumlah organisasi masyarakat dan komunitas, kini tak bisa lagi lepas dari kebermanfaatan platform media sosial yang ada di Internet. Namun di sisi lain, Masyarakat dan komunitas dituntut untuk memiliki kapasitas dan kapabiltas yang memadai dalam menyusun strategi, menyiapkan taktik dan melakukan aksi untuk menggunakan media sosial tersebut. Hanya dengan demikian maka upaya dan sumber daya yang ada dapat digunakan secara efisien untuk menghasilkan dampak yang efektif.

Untuk seri pembahasan dalam blog ini, akan kita bahas beberapa strategi menggunakan Media Sosial untuk tujuan melakukan advokasi publik. Ada tiga pembahasan yaitu STRATEGI, TAKTIK dan AKSI, dengan dilengkapi sejumlah aktivitas maupun praktik online. Kemudian disiapkan pula bab PRIVASI & SEKURITI untuk dapat memberikan pemahaman dan kemampuan mendasar bagi pembaca dan lainnya untuk menjaga keamanan data / informasi. Kebanyakan materi dalam seri ini saya ambil dari sumber buku : Literasi Digital Hak Cipta ICT Watch Versi 2.3 Januari 2018. Isi tulisan hampir sebagian besar mengambil dari buku tersebut dan ditambahkan dengan sumber lainnya.

Baca : Kebebasan Informasi lewat media sosial

Topik pembahasan awal dimulai dengan kita lihat terlebih dahulu sejauh mana dan jumlah pengguna platform media sosial di Indonesia dari data survei APJII tahun 2019.

TREND PENGGUNA MEDIA SOSIAL INDONESIA

Tahun 2019, jumlah populasi penduduk indonesia mencapai 268.2 Juta, dengan 49.7% Perempuan dan 50.3% laki-laki. Presentase penambahan penduduk setiap tahun sebesar lebih dari 1.0%.

strategi media sosial

Jumlah pengguna Internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.  jumlah pengguna internet sudah menembus angka 150,0 juta dari total jumlah 268.2 juta, tingkat penetrasi sebesar 56%. Hasil survey juga memperlihatkan pengguna yang aktif menggunakan media sosial sebanyak 150.0 juta dengan tingkat penetrasi sebesar 56%. Survey juga memperlihatkan perangkat yang digunakan untuk mengakses media sosial menggunakan mobile atau smartphone mencapai 130.0 Juta, tingkat penetrasi sebesar 48%.

Untuk jenis Platform Media Sosial yang banyak digunakan, hasil survey memperlihatkan peringkat pertama adalah media Youtube sebesar 80%, kemudian diikuti oleh WhatsApp 83%, Facebook 81% dan Instagram sebanyak 80%. Artinya media yang paling banyak digunakan adalah jenis Sosial media seperti FB, IG dan Youtube, untuk jenis messenger paling banyak digunakan adalah WhatsApp. Selanjutnya diikuti oleh Line, Twitter, FB Messenger, BBM, Linkedin, pinterest, Skype, wechat, snapchat, path, tumblr dan reddit.

Bila dilihat dari umur, penetrasi internet di Indonesia didominasi kaum muda berusia 25-34 tahun dan usia 18-24 tahun (33%), sedangkan 50 tahun ke atas penetrasinya paling kecil.

STRATEGI MEDIA SOSIAL

Berdasarkan data hasil survey tersebut, kita dapat melakukan observasi dan memprediksi, media sosial manakah yang paling banyak digunakan, dan kegiatan apa yang sering mereka lakukan dengan media sosial tersebut?

KEUNTUNGAN MEDIA SOSIAL

Terdapat berbagai keuntungan menggunakan Media sosial, beberapa diantaranya adalah untuk memfasilitasi komunikasi yang menerus (kontinyu) dan menciptakan situasi yang kolaboratif. Media sosial dapat digunakan untuk digital engagement, di mana organisasi dapat menciptakan hubungan yang aktif dan menarik dengan publiknya.

Bagi sebuah organisasi masyarakat, peran media sosial dapat membantu memenuhi tujuan organisasi untuk membangun jejaring. Dengan menggunakan media sosial, organisasi masyarakat dapat meningkatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari klien, pemerintah, relawan, media hingga publik secara umum. Dengan berjejaring melalui berbagai pemangku kepentingan di media sosial, organisasi masyarakat dapat membangun komunitas, mengakses berbagai sudut pandang dari populasi yang lebih luas, membangun serta berbagi pengetahuan, memobilisasi massa, mengkoordinir sumberdaya, serta melakukan aksi.

Pembahasan awal yang menampilkan data populasi dan jumlah pengguna internet serta media sosial di Indonesia data survey tahun 2019 menjadi suatu acuan bagi Perancang Strategi pemanfaatan Internet dan Media Sosial untuk membangun komunikasi secara kontinyu dengan publik. Kita dengan lebih mudah bisa menentukan atau memilih media sosial apa yang menjadi prioritas, kalangan mana yang menjadi target dan termasuk juga strategi-strategi lainnya. Pembahasan berikutnya kita lanjutkan ke “Strategi Merancang Media Sosial untuk tujuan advokasi publik”.