Ridwan, M.T

Lecturer UIN Ar-raniry Banda Aceh
pancasila

Nilai Pancasila Dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

1 Juni diperingati sebagai hari Lahirnya Pancasila oleh seluruh rakyat Indonesia. Presiden pertama Indonesia, ir. Soekarno yang pertama kali mencetuskan Pancasila 1 Juni 1947 silam dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Banyak sejarah dibalik penetapan hari lahir Pancasila yang bagi rakyat Indonesia dianggap sebagai pemersatu Bangsa.

IPTEK yang merupakan singkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan ikhtiar manusia dengan penuh kesadaran untuk menemukan, menyelidiki dan meningkatkan nalar dari realitas suatu kepastian. Ada kata Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam makna IPTEK. Salah satu dampak yang sangat berpengaruh bagi keahlian individual dan perkembangan adalah Ilmu Pengetahuan. Sedangkan Teknologi tidak akan bisa tercipta tanpa adanya Ilmu Pengetahuan. Perkembangan era Revolusi Industri 4.0 untuk menuju era 5.0 harus dibarengi dengan suatu kemunculan hal-hal baru untuk dapat mempermudah suatu aktifitas ataupun pekerjaan dengan menggunakan Teknologi. Lahirnya Inovasi atau Solusi dalam masa industry 4.0 tentunya diperlukan penguasaan Teknologi yang dibarengi dengan Ilmu Pengetahuan.

IPTEK dapat masuk dalam segala bidang, baik bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan lainnya. Sebagai Bangsa yang besar dengan jumlah penduduk yang tersebar pada kepulauan, ragam suku bangsa dan Bahasa, bangsa Indonesia sangat dituntut untuk menjadi bangsa yang mandiri. Bangsa yang tidak hanya menjadi Konsumen dalam bidang Teknologi, namun harus menjadi bangsa Produsen Teknologi. Kompetisi ketat pada era Industri 4.0 perlu dibarengi dengan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan mempunyai kualisifikasi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Pengaruh IPTEK dalam aspek sosial harus banyak bersifat positif bukan negatif. Sebagai bangsa yang cerdas, jangan sampai perkembangan IPTEK menjadikan kesenjangan moral di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan remaja.Ketika kita Salah dalam memanfaatkan teknologi akan mengakibatkan pola hidup individualism. Demikian halnya pada aspek budaya, rasa nasionalisme maupun patriotisme tidak boleh dihilangkan, sehingga sifat pragmatis tidak akan terjadi.

IPTEK dan PANCASILA

Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat dimanfaatkan untuk mengatasi pengaruh Negatif penggunaan Teknologi. Pancasila harus menjadi Nilai dasar untuk menjadikan kesejahteraan hidup masyarakat, pembangunan yang berbasis IPTEK harus didasarkan pada nilai moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Ilmu Pengetahuan memilik keterkaitan erat dengan Budaya dan Agama. Hubungan ilmu, pengetahuan, budaya dan agama dilandasi oleh dua hal yaitu pertama, sikap Human Relegius. Human relegius dalam makna keberadaan IPTEK harus selalu berdampingan dengan Budaya dan Agama. Kedua, menempatkan nilai budaya dan agama sebagai kawan dalam melakukan kajian Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pancasila sebagai ideologi bangsa harus menjadi kekuatan bagi setiap pribadi dalam kehidupannya. Dengan menjadikan nilai dasar Pancasila dalam ilmu pengetahuan dan Teknologi, harapan Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar akan semakin Nampak dalam menghadapi persaingan era industry 4.0 dan untuk menuju era 5.0.

Dalam era globalisasi ini bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut dalam perjalanan global yang semakin maju dalam perkembangan IPTEK. Sebagai generasi muda dalam pengembangan IPTEK, rakyat Indonesia harus berlandaskan Pancasila dengan tujuan agar segala perkembangan IPTEK yang telah dicapai tidak salah arah dan tepat pada tujuan, yaitu menciptakan masyarakat yang makmur dan sejahtera di atas persatuan bangsa.