Menjaga Privasi Pada Media Sosial

privasi-media-sosial

Zaman sekarang manusia hidup dalam era yang serba maju, zaman teknologi yang modern. Sebuah informasi tidak sulit untuk dicari, selama terhubung dengan koneksi internet, kita dengan sangat mudah mengakses informasi. Bermacam informasi dari hal yang penting dan tidak penting bisa kita akses. Tak jarang seseorang terbuang waktunya hanya untuk membaca-baca informasi di internet untuk suatu hal yang tidak penting.

Banyaknya pengguna media sosial mengakibatkan penggunanya dengan sangat mudah mengumbar informasi-informasi ke publik. Tidak jarang pengguna media sosial tidak memahami pentingnya memperhatikan Privasi dalam menggunakan media sosial. Pengguna media sosial harus melindungi diri sendiri dan orang di sekitar, agar tidak semua orang mengetahui data kita melalui media sosial.

PENGERTIAN PRIVASI

Privasi adalah kemampuan diri atau kelompok untuk menentukan dan menjaga apakah data pribadinya boleh atau tidak untuk diketahui oleh pihak lain. Sedangkan yang dimaksud dengan data pribadi adalah setiap data elektronik
maupun non-elektronik, baik tersendiri ataupun dikombinasikan dengan data lain, akan dapat secara unik
mengidentifikasikan individu atau orang tertentu.

Contoh data pribadi tersebut semisal : nama lengkap, nomor NIK/KK, nomor ponsel, alamat e-mail, akun media sosial, alamat rumah, tanggal/bulan/tahun kelahiran, nama ibu kandung, rekam medis, rekam biometrik, catatan transaksi perbankan, dan banyak lagi. Pemilik data pribadi kita sesungguhnya tak lain adalah diri kita sendiri, namun dimungkinkan pengumpulan, pengelolaan dan pemanfaatannya dilakukan oleh pihak lain.

Pasal 28G UUD 1945 isinya menyebutkan:

“Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi”.

Mengapa data pribadi harus dilindungi?

Jika data pribadi tidak dijaga atau disebarluaskan tanpa sepengetahuan pemiliknya, maka rentan disalahgunakan
oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab. Dan akibatnya kita dapat terkena tindak kejahatan / kriminal ataupun
terkena diskriminasi / prasangka buruk. Untuk lebih memahaminya coba perhatikan gambar berikut:

privasi-media-sosial
Privasi Data Pribadi (credit gambar : internetsehat.id)

Bayangkan ketika Data Pribadi kita bisa dengan mudah diakses di Media Sosial. Demikian halnya juga rekam aktifitas kita yang setiap saat terkadang kita share melalui media sosial.

Tiga (3) hal pokok yang perlu kita pahami untuk menjaga data pribadi kita maupun orang lain di Internet:

  1. Pertimbangkan dengan benar ketika akan memberikan data pribadi diri sendiri, anggota keluarga ataupun milik orang lain baik secara online maupun offline kepada pihak manapun. Tanyakan atau bacalah terlebih dahulu maksud serta tujuan permintaan data pribadi tersebut dan pertimbangkan resikonya. Bersikaplah kritis atas tawaran apapun.
  2. Ketika menggunakan media sosial, batasi data pribadi yang kita posting di Internet. Data pribadi tersebut bisa berupa teks, foto ataupun video.
  3. Pelajari dan pahami teknologi yang kita gunakan, baik itu gadget maupun layanan online seperti seperti media sosial. Aktifkan fitur perlindungan privasi sesuai dengan kebutuhan kita, jangan dibiarkan diset “default” karena bisa merugikan kita.

TINDAK LANJUT PRIVASI

Kita perlu juga menjaga agar media sosial yang kita gunakan sehari- hari tidak lantas membocorkan data pribadi kita ke pihak lain. Berikut ini adalah satu contoh bagaimana kita mengatur privasi kita di layanan Google pada ponsel berbasis Android.

Privasi Data Pribadi
Privasi Data Pribadi (credit gambar : internetsehat.id)

Note : Pada langkah ke-6, silakan lanjutkan dengan mengatur sesuai kebutuhan masing-masing.

Jadilah Netizen yang baik

Penjelasan diatas baru sebahagian kecil dlaam menjaga privasi. Intinya sebagai pengguna aktif internet dan media Sosial, mejaga Privasi itu penting dan harus. Satu hal penting lagi mulai diawal sebelum menggunakan Media Sosial jadilah seorang Netizen yang baik, punya budi pekerti dan pastinya punya sifat santun. Memberikan komentar menggunakan bahasa sopan, baik bukan menggunkaan kata maki-maki. Paling penting lagi jangan suka dan sering nge-share berita yang kebenarannya masih dipertanyakan. Jejak dunia digital, kadang orang menyebutnya juga dunia maya itu susah hilang.

Terakhir, “Jangan sampai mengorbankan privasi diri kita demi popularitas semata

You May Also Like

About the Author: Ridwan M.T