Ridwan, M.T

Lecturer UIN Ar-raniry Banda Aceh
media sosial

Media Sosial Untuk Kebebasan Informasi

Dunia dan Indonesia khususnya belakangan ini dihadapkan situasi di mana media sosial secara bebas digunakan oleh masyarakat untuk menyalurkan pendapat. Media sosial menjadi tempat untuk menghakimi atau mem-buly pihak lain. Fenomena penggunaan media sosial yang telah dijadikan sebagai sarana untuk memamerkan sikap acuh tak acuh, kemarahan dan kebencian terhadap orang lain maupun kelompok tertentu.

media sosial
media sosial

MEDIA KEKUASAAN

Banyaknya media yang muncul seperti koran, televisi, radio dan media lainnya merupakan alat yang sangat strategis untuk menyebarkan suatu informasi dan pengetahuan kepada masyarakat. Namun, dibalik banyaknya media-media tersebut, hampir sebahagian di kontrol oleh pemerintah, partai politik dan dikuasai oleh segelintir orang yang sering kali berafiliasi dengan kekuasaan. Sisi positifnya dengan hadirnya media-media tersebut mungkin bertujuan untuk meredam berbagai kemungkinan gejolak yang mungkin akan membuat ketidakstabilan kondisi daerah atau negara.

Hal yang tidak bagusnya terhadap penguasaan media-media oleh kelompok yang berkepentingan berakibat pada kesempatan untuk menyuarakan pendapat perorangan menjadi sangat terbatas. Suara yang ada menjadi didominasi oleh mereka yang memiliki media, yang berkuasa dan bagi mereka-mereka yang sanggup membayar media.

KEBEBASAN PENDAPAT DI MEDIA SOSIAL

Dengan adanya keterbatasan media-media untuk menyalurkan suatu pendapat oleh masyarakat, tidak heran jika media sosial menjadi alternatif yang sangat tepat dan menarik untuk berekpresi dan memberikan komentar-komentar. Internet khususnya menjadi media yang bebas bagi banyak orang yang tidak dapat mengekpresikan diri melalui media-media yang dikuasai oleh kekuasaan.

Sebagian besar bangsa ini bahka menyangka bahwa internet tidak dibatasi oleh apapun, apalagi dengan kemampuan untuk menyamar di balik akun-akun anonymous yang tidak diautentifikasi. Maka jangan heran, di beberapa komentar-komentar muncul banyak sekali cacian, makian, kebohongan, hoax dan lainnya yang beredar luas di internet.

Terlepas dari banyaknya informasi yang tidak baik yang menyebar di internet, sebenarnya sudah banyak juga informasi yang tersaring dan teraudit dengan baik seperti dari blog kompasiana maupun media-media online. Media-media baik yang tidak baik maupun yang melalui redaksional ketat sebetulnya cukup mencerminkan apa yang di hati banyak orang di Indonesia.

Akan menjadi menarik jika kita dapat membaca semua tulisan yang ada di media sosial dan internet tersebut dan melihat hubungan antara berbagai isu yang ada, untuk kemudian menganalisis secara statistik apa yang ada dipikiran banyak orang yang menggunakan internet tentang sebuah topik.

Belakangan mulai muncul teknik-teknik untuk dapat mengekstrak berbagai informasi yang ada di internet untuk sebuah topik tertentu dan melihat hubungannya denga berbagai kata atau keyword yang terkait dengan topik tersebut, melihat hubungan dengan para pelakunya, bahkan juga mungkin dengan lokasi dan pola gerakan yang di pengguna untuk kelompok tertentu.

Dunia teknologi informasi muncul istilah Text Mining, yang memberikan sebuah set metodologi dan tools untuk menemukan (discovering), menvisualisasikan (presenting), mengevaluasi pengetahuan dari kumpulan besar teks dari dokumen. Dengan pengetahuan tentang Text Mining, kita dengan mudah mampu untuk menjawab secara presisi, mengambil semua berita maupun “Twitt” atau “Komentar” yang ada di internet dan menghitungnya secara statistik untuk memperoleh gambaran yang benar dan menyeluruh.