Menebak Calon Ketua DPRK Pidie 2019-2024

Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 17 April 2019 di Provinsi Aceh telah selesai pelaksanaannya.  Publik sudah mengetahui Hasil Pemilu 2019 baik di tingkat Kabupaten/Kota (DPRK), Tingkat Provinsi (DPRA) maupun tingkat pusat (DPR-RI). Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Aceh memang belum menetapkan pengesahan nama-nama Calon terpilih. Hal ini dikarenakan belum keluarnya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) tentang sengketa pemilu 2019. Hal tersebut juga berlaku untuk Penetapan Calon terpilih DRPK Pidie periode 2019-2024.

Walaupun KIP Pidie belum resmi menetapkan nama-nama calon anggota DPRK Pidie periode 2019-2024, publik sudah mengetahui partai mana yang memperoleh suara terbanyak dan siapa-siapa saja yang lolos menjadi anggota DPRK Pidie. Hasil tersebut berdasarkan hasil pleno tingkat Kabupaten Pidie yang telah diselesaikan oleh KIP Kabupaten Pidie.

Topik hangat yang kini sedang menjadi pembicaraan masyarakat Pidie, baik di warung-warung kopi adalah siapa yang akan menjadi Ketua DPRK Pidie periode 2019-2024?.

Partai Aceh Pemenang Pemilu pidie

Seperti diketahui, Partai Aceh pimpinan Tgk. H. Sarjani Abdullah menjadi partai pemenang pemilu 2019 di kabupaten pidie, dengan jumlah perolehan 9 (sembilan) dari 40 total kursi DPRK Pidie. Atas dasar hal tersebut, sudah dapat dipastikan Ketua DPRK Pidie periode 2019-2024 menjadi milik Partai Aceh.

Rekap Hasil DPRK Pidie pemilu 2019 sesuai Hasil Pleno Kabupaten oleh KIP

Kepastian jatah ketua DPRK kepada Partai pemenang pemilu juga berdasarkan UU No. 17 tahun 2014 tentang MD3. Pada pasal 376 ayat (3) berbunyi :

“Ketua DPRD kabupaten/kota ialah anggota DPRD kabupaten/kota yang berasal dari partai politik yang  memperolah kursi terbanyak pertama di DPRD kabupaten/kota”.

Update :

  • UU No. 17 Tahun 2014 telah diperbaharui dengan UU No. 2/2018, namun dalam perubahannya, posisi ketua DPR tetap dijabat oleh partai dengan jumlah suara terbanyak. Kutipannya “Mekanisme pemilihan pimpinan DPR masa keanggotaan DPR setelah hasil pemilihan umum tahun 2019 adalah: pimpinan DPR terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 4 (empat) orang wakil ketua dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR, dengan ketua DPR adalah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPR”.

Periode sebelumnya, 2014-2019, Ketua DPRK Pidie juga dijabat oleh Partai Aceh. Dengan menjadi pemenang pemilu 2019, Partai Aceh kembali menguasai jatah ketua DPRK Pidie. Untuk melihat dan menerawang, siapakah yang akan menjadi ketua DPRK Pidie periode 2019-2024 dari Partai Aceh, coba diulas beberapa nama yang sedang hangat dibicarakan publik di Kabupaten pidie.

Hasil Ulasan berikut bukanlah bersifat final, karena siapapun yang jadi ketua DPRK, tentu berdasarkan pilihan dari ketua partai Aceh, Tgk. H. Sarjani Abdullah. Namun, hasil ulasan berikut diambil dari beberapa data dan fakta pembicaraan masyarakat baik di warung-warung kopi maupun di Media sosial Facebook.

Berikut 3 (tiga) nama dari Calon Anggota DPRK Pidie yang muncul dan diprediksikan akan menduduki kursi Ketua DPRK Pidie peridoe 2019-2024 dari Partai Aceh. Munculnya 3 nama ini berdasarkan data komentar-komentar pengguna media sosial Facebook dan juga pembicaraan masyarakat.

1. MAHFUDDIN ISMAIL S.Pd.I, M.A.P

Calon yang pertama muncul adalah Mahfuddin Ismail, S.Pd.I, M.A.P. Calon incumbent yang kembali lolos menjadi anggota DPRK Pidie periode ketiga. Seperti diketahui, sosok Mahfuddin Ismail bukanlah pemain baru di DPRK Pidie, tahun 2019 menjadi periode ke-3 baginya menduduki kursi dewan. Berbekal pengalaman pada periode 2009-2014 dan Periode 2014-2019, dan sudah pernah menduduki posisi-posisi strategis seperti Ketua Komisi dan badan anggaran DPRK, banyak Masyarakat memastikan Mahfuddin Ismail adalah Sosok Kuat untuk menjadi ketua DPRK Pidie periode 2019-2024.

Selain pengalaman sebagai anggota dewan, pria asli Kecamatan Geulumpang Tiga ini juga ditunjuk sebagai Ketua Partai Aceh Kecamatan Geulumpang Tiga. Dikalangan Publik, pria yang setiap hari sering memposting segala aktifitasnya di Media sosial Facebook dan Instagram juga dikenal sebagai sosok yang Dekat dan mudah bergaul dengan Masyarakat apalagi dengan anak-anak muda.

2. ANWAR SASTRA PUTRA, SH

Calon kedua yang muncul adalah Anwar Sastra Putra, SH (masyarakat sering memanggilnya “Bang Bulek”). Merupakan anggota dewan incumbent yang kembali terpilih untuk periode 2019-2024. Sosok muda asal Kecamatan Peukan Baro yang menjadi calon dengan perolehan suara terbanyak pemilu 2019 tingkat DPRK Kabupaten Pidie. Faktor pengalaman sebagai dewan periode 2014-2019 juga menjadi salah satu hal menjadikan anwar sastra putra menjadi calon terkuat kedua. Perolehan suara terbanyak yang didapatkannya tidak terlepas dari kedekatan dengan masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat dan simpatisan Partai Aceh.

3. JAILANI M. YAKOB

Calon ketiga yang muncul adalah Jailani M. Yakob atau sering dipanggil Atok. Juga merupakan calon incumbent yang kembali terpilih untuk periode 2019-2024. Anggota dewan yang kini menjabat sebagai ketua komisi A DPRK Pidie juga sudah berpengalaman selama 2 periode (2009-2014 dan 2014-2019). Sebagai tokoh yang dituakan dikalangan partai Aceh, publik melihatnya sebagai salah satu calon yang cocok untuk mengisi kursi ketua DPRK Pidie periode 2019-2024.

Pilihan Terbaik

Pilihan akhir untuk menentukan ketua DPRK Pidie 2019-2024 ada pada ketua umum DPW Partai Aceh Kab. Pidie. Faktor kedekatan dengan panglima bisa saja menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan (asumsi). Namun, jika dilihat dari perolehan suara partai Aceh di Kabupaten Pidie setiap periode pemilu, tentu membutuhkan keputusan yang bijak berdasarkan pertimbangan-pertimbangan demi eksisnya partai Aceh pada pemilu kedepan. Pemilu 2019 menjadi salah satu periode dengan perolehan kursi terendah bagi Partai Aceh. Setiap dapil hanya mendapatkan 2 kursi, kecuali Dapil 1.

Berkaca pada hasil perolehan suara partai Aceh pemilu 2019, tentunya jika Pimpinan Partai Aceh salah dan gegabah dalam pengambilan keputusan dalam menunjuk ketua DPRK, akan berimbas untuk pemilu kedepan. Partai Aceh Kabupaten Pidie butuh sosok seorang Ketua DPRK yang mampu memberikan citra positif Kinerja terhadap masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Pidie. Kekalahan pada Pilkada Kabupaten Pidie tahun 2017, disebut juga sebagai salah satu faktor menurunnya perolehan kursi DPRK pemilu 2019. Tentunya Partai Aceh tidak mau mengulang hal yang sama untuk pemilu pemilihan kepala daerah tahun 2022 dan pemilu legislatif 2024 nantinya.

Warna-warni anggota DPRK Pidie periode 2019-2024 yang banyak dihiasi oleh perwakilan partai lokal dan Nasional, tentu akan menjadi tantangan bagi Ketua DPRK nantinya dalam pengambilan suatu keputusan. Sosok yang dekat dengan semua pimpinan partai politik Lokal dan Nasional, juga menjadi salah satu syarat bagi Calon Ketua DPRK Pidie.

Sebagai mantan Bupati Pidie yang telah berpengalaman dan sebagai Panglima GAM yang telah malang melintang dalam dunia kepemimpinan, keputusan bijak sangat dinantikan oleh segenap pengurus Partai Aceh kabupaten Pidie dan tentunya masyarakat simpatisan fanatik pendukung partai Aceh. Tgk. H. Sarjani abdullah harus melihat dari semua faktor tersebut untuk mendapatkan citra positif Partai Aceh kedepannya. Jika salah dalam pengambilan keputusan dalam menunjukkan ketua DPRK Pidie periode 2019-2024, banyak pihak memprediksikan akan berpengaruh untuk citra Partai Aceh untuk periode pemilu selanjutnya.

You May Also Like

About the Author: Ridwan M.T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *